Dalam Diam


bulan memendarkan cahayanya malam ini
sambil melukis jejak-jejak kaki peri
dibawah sunyi di atas gemuruh
ditikam rasa percaya yang sungguh-sungguh
aku telah menemukan tempat bersauh
lekuk tubuh nyaman untuk bersandar
hati yang menampung rasa yang liar
dua belas bulan bersatu
berhias rindu yang tak jarang semu
tiga ratus enam puluh lima hari terajut
pada dadamu aku tak enggan berlutut
sejuntai gaun membungkus tubuh mungil
tak peduli lutut yang menggigil
hari ini aku milikmu
tubuh ini punyamu
hingga kotak berlapis perak
padanya perasaanku terserak
lalu mari lahap nasi barang sepiring
berteman segelas asa yang terjatuh nyaring
dan ingat pesanku
jangan kau hirau pikuk yang menertawai
aku sudah tak peduli dengan denting dawai
karena di sampingmu aku hening
dan di pelukmu aku tak bergeming.

Kepada kau, ijinkan aku mencintaimu...
...dalam diam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar