si kumbang

ingat tidak 17 bulan yang lalu kala itu mentari baru saja muncul dari peraduannya, kala itu tak berani ku tatap matamu. Karena takut semua itu hanya ilusi.
waktu itu aku hanya punya sekuntum bunga, yah hanya sekuntum.
sudah kusiram berkali kali, kuberi pupuk, tapi tak kunjung merekah.
tapi ketika kau tawarkan senyuman itu, tiba-tiba bunga itu merekah.
dan akah merekah selama si kumbang itu tetap terbang di sekitar.
menggelitik.
tak percaya.
aku sadar, aku telah terjatuh.
akhirnya kita bisa memerangi perbedaan.
kudengar degupan jantung itu di dadamu, keras, membahana, itu untukku bukan ? bukan untuk orang lain ?
tahukah kau my moonlight, sudah 17 bulan sejak hari itu, bunga ini tak kunjung layu.
mungkin semuanya tak pernah berjalan seperti yang kita harapkan.
tapi percayalah sayang pelangi itu selalu datang setelah badai.
dan kupertegas sekali lagi, di bulan ke-17 ini bunga ini masih merekah indah, dan selama itu aku telah jatuh cinta jutaan kali pada si kumbang.

dedicated to my dearest @adjisuwarsono
Happy Anniversary Sweet Seventeenth Months #cium #peluk



Hai, Cinta ! Terima Kasih :)

Hai cinta, sekali lagi kau telah jatuh ke pelukanku. Sekali lagi kau membuat hatiku tumbuh bunga bermekaran, indah. Sekali lagi kau membuatku menilai bahwa hidup terlalu indah untuk tidak disyukuri. Semoga cinta, itu tidak hanya terlihat manis di sini tapi juga ketika kita telah memutuskan untuk berjalan dan melangkah bersama kembali.

Sesungguhnya cinta, itu tak hanya sekedar atas kata yang telah terucap. Sesungguhnya cinta itu bagaimana kau memperlakukan cintamu. 

Terima kasih cinta, kau telah meyakinkan ku kembali. Terima kasih cinta kau telah hadir kembali. Terima kasih Cinta. 

Maaf !!

Aku dan kamu adalah perpaduan sempurna, di tengah perbedaan yang membelenggu. Masih terngiang jelas sebuah bait yang kau layangkan padaku, menyakitkan, menusukku, dan menorehkan luka. Hingga suatu malam aku tersedu menatap Bulan. Tidak, Bulan tetap indah di mataku, tapi Bulan tak lagi bersahabat.