terkapar





aku terkapar di tepian ulu hati, telingaku mendengar suara teriakan menyuruhku bangkit lalu terjun. hingga mati. langit sore membiru tergurat oranye. sembiluku membiru disayat apa yang seringnya mereka sebut harap yang berisikan kosong kedap pengap.

aku sedang tak ingin mati, aku masih ingin hidup meski sukar napasku tersengal. meski partikel-partikel oksigen enggan sudah untuk kuhirup. meski jutaan debu masa lalu masih saja dengan rajinnya datang menjejali pikiranku, menjejali saluran pernasapanku, namun aku tak ingin mati.

yah, aku terlambat menyadari bahwa aku jatuh cinta pun bahwa aku sedang disakiti, aku terlambat. hingga aku kini.. terkapar..

kaca spion

dari kawanan tak dikenal peluru menikam barang selasar
namun begitu pun tak jua buatmu berhenti berkelakar
hingga tentara kembali mengisi ulang selongsong
mulutmu masih saja dipenuhi omong kosong
selagi padaku rindu masih merong-rong
hei, kamu, sebentar ikuti aku
ratapi sebungkus gamang
yang tak menghilang
jangan menolak
ini kehendak
tidak
bukan mauku
hidup selalu begitu
membuat kita tersudut
akan beberapa hal yang kalut
tak jarang harus sedikit mengalah
jangan kau coba untuk kembali pandang
pada sepasang kaca spion pembuat hati resah
yang kerjanya hanya bisa menjadi dinding penghalang
sia-sia sudah jika kau berteman mereka si penyulut kenangan
yang kerjanya membuat onar dalam benak yang tak layak di angan

surabaya, 2012
kaca spion, padanyalah skenario kita waktu itu dibentuk, terlukis, cantik, elegan, juga pilu.

konspirasi pagi

pagi yang bisu, sedikit berbisik aku pada semesta
mengajaknya berkonspirasi
tentang apa arti diam dalam riuh di sekitar
mengapa embun, hanya datang ketika pagi menjelang
pun hanya membasahi rumput dan dahan
tidak dengan hati yang kering
mengapa pagi, selalu memaksa mata-mata berkantung hitam beraktivitas
menggerakkan tubuh-tubuh yang padahal lelah
bekerja lebih keras dari kemarin, demi nafas yang tetap berlangsung
mengapa matahari, tak selamanya hangat memaku
pagi hilang, beringaslah dia
menggigit kulit-kulit yang semakin hitam sebabnya
mengeringkan jiwa yang tandus di awalnya
menyusup hidup yang terberontak jiwanya
bukankah kita tinggal di negara bebas
harusnya tak boleh ada belenggu dalam jiwa
harusnya tak boleh ada kekang yang menelanjang
semua bebas berkonspirasi
tak terkecuali pada pagi yang bisu, pagi harimu

surabaya, 2012
untuk kalian yang susah bangun pagi dan jarang menikmati hangatnya pagi.